NU Kendawangan Akan Fokus Pemberdayaan Ekonomi Melalui Koperasi


NU KETAPANG - Kepengurusan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kendawangan Masa Khidmat 2020-2025 telah mengakomodir segenap para tokoh pemuka agama Islam, tokoh masyarakat, para ustadz, guru- guru, bahkan juga yang aktif sebagai pengusaha dan lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Tanfidziah MWC NU Kecamatan Kendawangan Muhammad Yusuf, S.Pd.I. dalam sambutannya pada acara Konsolidasi Organisasi PCNU di Kecamatan Kendawangan, Sabtu (18/7). Hadir Wakil Ketua PCNU Kabupaten Ketapang Supriadi, S.Ag., M.Pd.I. didampingi Wakil Sekretaris Zunaidi Nawawi, S.Pd.I.

"Harapan kami PCNU Ketapang, tetap mendukung penuh atas susunan kepengurusan yang baru dalam mengemban visi dan misi NU. MWC NU Kendawangan selalu aktif dalam aktifitas pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan kualitas kinerja, termasuk  dalam sosialisasi NU ke Masyarakat Kendwangan." Kata Yusuf.

Baca juga:

Yusuf berharap, adanya kerja sama secara maksimal dalam kinerja kepengurusan. Menjalin koordinasi dengan baik sesama pengurus interen sesama pengurus MWC maupun dengan PCNU Kabupaten Ketapang.

Menurutnya, MWC NU Kendawangan juga akan kembali mengaktifkan pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan melalui Koperasi NU Kendawangan yang sudah dirintis dan telah berbadan hukum. Usaha itu akan dilakukan dengan mencari penambahan modal terkait usaha yang dijalankan.

"Kerjasama dengan keluarga besar Nahdiyin dikalangan Pondok Pesantren yang ada di Kecamatan Kendwangan juga terus digalakkan dan sampai hari ini berjalan dengan baik." Ungkapnya.

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Ketapang Supriyadi, S.Ag. M.Pd.I mengapresiasi atas kinerja pengurus MWC NU Kendawangan pada periode sebelumnya, hingga terbentuk pula kepengurusan yang lengkap untuk periode 2020- 2025 kedepan.

"Semua pengurus agar dapat bekerja dengan tupoksinya masing-masing. Dengan melihat latar belakang segenap para pengurus, tentu harus penuh dengan semangat tulus ikhlas dapat mendedikasikan dirinya dalam mengemban amanah meningkatkan peran NU ditengah-tengah masyarakat." Harapannya.

Menurut Supardi, Pengurus dapat menjadikan NU sebagai wadah pemersatu, wadah dalam menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Terus melaksanakan amaliah NU dan menjaga toleransi hidup yang penuh kerukunan, tidak anarkis dalam menghadapi permaslahan berbangsa dan bernagara. Tidak radikal dalam menghadapi orang yang radikal.

"Yakinlah dengan kesungguhan kita membai’atkan diri dalam kepengurusan NU, kita telah mendapatkan keberkahan dan ijabah doa dari para Ulama pendiri NU, termasuk pengakuan menjadi santri Hadratusyekh KH. Hasyim Asy'ari beserta masuk dalam golongan doa Beliau." Kata Supriadi.

Supriadi juga meminta, bagi lembaga-lembaga pendidikan ma’arif yang berhaluan NU berfaham Ahlussunnah Waljamaah agar dapat memperkenalkan identitas ke-NU-annya, setidaknya minimal dengan pemasangan logo NU.

Sementara Wakil Sekretaris PCNU Ketapang, Zunaidi Nawawi, S.Pd.I menambahkan, bahwa pengurus mesti memberikan perhatian juga dalam pembinaan keilmuan bagi generasi muda mellenial. Menginggat penyebaran pemahaman dan doktrin-doktrin yang anarkis, radikal, sekuler dan liberal senantiasa yang menjadi sasarannya adalah generasi muda, anak- anak orang Islam itu sendiri.

"Patut dibentengi dan diperkenalkan sejak dini akan pemahaman Ahlussunnah Waljamaah pada mereka dan amaliah ibadah serta tradisi NU. Mesti ada contoh dalam hal ini untuk mereka. Jika tidak kita siapa lagi, jika tidak sekarang kapan lagi. Pilihkan guru, pilihkan lembaga pendidikan maupun pesantren yang berhaluan amaliah NU." Pinta Zunaidi Nawawi. (anuk).

Lebih baru Lebih lama
.



.