Bupati Ketapang: Indonesia membutuhkan kebersamaan Menghadapi Berbagai Persoalan Bangsa


NU KETAPANG - Bupati Ketapang dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II, Drs. H. Marwan Nor, MM. mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pengurus Cabang NU Ketapang dan panitia pelaksana atas terselenggaranya Seminar Kebangsaan dan Bedah Buku.


Hal itu dikatakannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Seminar Kebangsaan dan Bedah Buku Pusaka Kebangsaan: Sinergisitas Islam dan Indonesia, di ruang utama rapat lantai tiga Kantor Bupati Ketapang, Sabtu (16/01).


Dikatakan Bupati, dirinya menyadari bahwa sejak perjalannya reformasi sampai saat ini sebagian masyarakat kita masih belum memahami makna reformasi secara baik dan benar. Reformasi masih disalah artikan sebagai kebebasan yang tanpa batas sehingga hal ini dapat berakibat terjadinya disharmonisasi dikalangan masyarakat itu sendiri.


Baca juga:


"Beberapa kondisi riil yang sering kali dijumpai akhir-akhir ini adalah adanya isu-isu globalisasi, demokratisasi, penegakan hukum, lingkungan hidup serta isu penggulingan perekonomian dalam negeri. Apabila isu-isu itu tidak difahami secara arif dan bijak maka tidak menutup kemungkinan akan berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa." Ungkapnya.


Menurut Bupati, kondisi itu tentunya akan menjadi tantangan bersama terutama pada saat bangsa Indonesia membutuhkan kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa ini.


"Oleh karena itu melalui Seminar Kebangsaan dan Bedah Buku pada hari ini menjadi sangat penting dan strategis, dalam rangka meningkatkan semangat kebangsaan dan rasa nasionalisme bagi kita sebagai anak bangsa. Sehingga akan lahir sebuah komitmen bersama untuk merawat kebhinekaan dalam bingkai NKRI." Kata Bupati saat dibacakan H. Marwan.


Selain itu, Bupati juga berharap, melalui seminar kebangsaan dan bedah buku, diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian ikut serta mengatasi berbagai persoalan bangsa dan negara. karena saat ini bangsa dan negara Indonesia sedang mengalami berbagai macam musibah dan bencana yang datang silih berganti.


Pemerintah menyadari bahwa, apalagi kondisi seperti itu tidak diatasi dengan baik, maka akan menimbulkan kekisruhan yang berdampak negatif, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya maupun pertahanan dan keamanan. 


Baca juga:


"Oleh karena itu dalam kesempatan ini perlu kembali disampaikan, bahwa negara kita sangat mengharapkan adanya keterlibatan kita semua sebagai anak bangsa untuk bersinergi membangun negeri ini sehingga menjadi negara yang maju dan berdaya saing dengan negara lain." Tutupnya.


Seminar Kebangsaan dan Bedah Buku dihadiri sebanyak 100 peserta terdiri dari perwakilan berbagai unsur organisasi, seperti pondok pesantren, ormas, OKP, dewan adat, kemahasiswaan, profesi, lembaga, baik yang muslim maupun non muslim. Hadir diacara pembukaan dari Kodim 1203 Ketaoang dan Polres Ketapang.


Kegiatan Seminar Kebangsaan dan Bedah Buku terselenggara kerjasama antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Ketapang bersama Yayasan Tanfidz Zawiyah Indonesia di (YTZI) Jakarta, Majelis Ulama Indonesia Ketapang dan Ponpes Hidayaturrahman Ketapang. 


Hadir sebagai narasumber dari Jakarta Sofiuddin, MA.Pd. sebagai penulis Buku Pusaka Kebangsaan: Sinergisitas Islam dan Indonesia. Kemudian KH. Hilmi As-Shiddiqy Al-Aroky Direktur Pendidikan dan Pelatihan Institut Hasyim Muzadi yang juga sebagai Ketua YTZI. dimoderatori oleh Muhammad Nashir Syam, M.Pd.I. Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Ketapang. (anuk).


Lebih baru Lebih lama
.



.