10 Tips Menjadi Khatib Berkualitas


Oleh : Muhammad Nashir Syam

Wakil Sekretaris PCNU Ketapang


NU KETAPANG - Seseorang yang sudah dikenal publik karena keilmuan dan ketokohannya pasti tidak akan bisa menolak undangan atau permintaan jamaah untuk mengisi khutbah di masjid-masjid. 


Bagi Anda yang merasa sering mengisi khutbah Jum’at di beberapa masjid, berikut ini adalah tips sukses agar khutbah yang Anda laksanakan tetap lancar dan jamaahpun tidak kecewa.


SATU. Pastikan jadwalnya, bahwa Anda Jum’at tanggal sekian-sekian ada di masjid A, B, C dan seterusnya. Pastikan jadwalnya tidak bentrok. Kalaupun itu terjadi, setidaknya seminggu sebelumnya Anda hubungi takmir masjid yang bersangkutan.


DUA. Coba kenali “tipe masjid” yang akan Anda kunjungi. Bagaimanakah latar belakang jamaahnya, di mana posisi atau lokasi masjidnya dan sebagainya. Ini nampak sederhana tapi cukup penting juga. Sebab dengan memahami heterogenitas jamaah, Anda bisa menentukan tema yang cocok untuk diangkat dalam khutbah. Demikian pula gaya bahasa yang pas digunakan.


TIGA. Sehari sebelumnya, Anda cek kembali jadwal khutbah Anda. Bilamana perlu konfirmasi kepada takmir masjidnya.


EMPAT. Hindari naskah khutbah yang “utuh” dari buku khutbah atau dari internet (kesannya : text book). Kalau itu terpaksa kita lakukan, kemaslah bahasanya jangan sama persis dengan aslinya. Pastikan pula bahwa naskah atau teks itu masih aktual alias belum basi.


LIMA. Apabila Anda seorang yang kebetulan memiliki hobi menulis, atau Anda seorang yang mahir dalam tulis-menulis maka berkhutbah keliling dari satu masjid ke masjid yang lain adalah kesempatan emas bagi Anda untuk menghimpun teks-teks khutbah yang Anda sampaikan itu. Kelak, suatu saat Anda bisa membuat sebuah buku tentang kumpulan khutbah, dengan catatan teks khutbah itu orisinil tulisan Anda sendiri.


ENAM. Jangan coba-coba pasang tarif, “wani piro” Sekalipun maksudnya bercanda, kadang orang yang mendengarnya akan memiliki persepsi berbeda. Tidak ada yang salah apabila Anda menerima “amplop transport” dari pengurus masjid. Terimalah ! Tidak perlu merisaukan isinya. Bila Anda merasa tidak begitu membutuhkan, terima saja kemudian sedekahkan untuk masjid.


TUJUH. Anda harus tetap rajin mengikuti berita-berita hangat. Membaca buku-buku agama, sains dan yang terkait dengan masalah sosial-keumatan. Dengan intens mengikuti berita dan banyak membaca, wawasan Anda menjadi luas.


DELAPAN. Pelajari, fahami, perhatikan dan kuasai sungguh-sungguh fiqih khutbah (baik syarat, rukun maupun apa saja yang terkait dengan khutbah). Hindari menyampaikan materi khutbah yang mengandung masalah khilafiah, SARA, menghasud atau memprovokasi dan sejenisnya.


SEMBILAN. Apabila tidak siap betul, jangan memaksakan diri berkhutbah tanpa teks. Apabila memaksakan diri non-teks maka tetaplah menyiapkan catatan kecil tentang point-poin utama yang akan disampaikan. Apabila memakai teks, maka perhatikan pandangan jangan terlalu terfokus pada teks.


SEPULUH. Jangan menjadikan khutbah sebagai sebuah profesi, tapi anggap itu adalah “lahan pengabdian” Anda. Insya Allah berkah. 


Selamat beramal ilmiah dan berilmu amaliah.


Lebih baru Lebih lama
.



.