Ketua NU Marau: Pengurus Harus Optimis, Jangan Mundur, Minder dan Takut


NU KETAPANG - Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Marau sejak dibentuk sudah 13 tahun berjalan. Hanya saja, organisasi ini belum berjalan maksimal sebagaimana yang diharapkan.

Demikian disampaikan Ketua MWC NU Kecamatan Marau Ust. Ahamd Sumitro dalam sambutannya pada acara Konsolidasi Organisasi NU Marau, Minggu (19/7). Konsolidasi dihadiri Wakil Ketua PCNU Kabupaten Ketapang di H. M. Syafi'ie Huddin, S.Ag. dan Wakil Sekretaris Safarudin, S.Pd.I., MM.

"Jadi NU selama ini di Marau belum ada gerakan, tetapi amaliah masyarakat di Marau ini sudah NU. Contohnya, ada tahlilan, yasinan, istighosah, barzanji, dan amaliah lainnya. Ini amaliah kami, hanya kepengurusannya belum kelihatan aktif. Namun dengan adanya konsolidasi ini, saya berkeinginan NU di Kecamatan Marau bisa aktif." Kata Ahmad Sumitro.

Baca juga:

Menurutnya, selama diberi amanah memimpin NU di Marau, apa yang dibuatnya di Marau sudah membawa misi dan visi NU, hingga apapun yang dia perbuat tetap berada di jalur ke NU an, termasuk amaliahnya. Karena masyarakat muslim di Marau adalah warga NU, walau ada diantara mereka belum mengenal NU secara organisasi.

"Kita mohon kepada Allah SWT, semoga diberi kekuatan untuk bergerak dan berkhidmat di NU. Mudahan-mudahan MWC NU Kecamatan Marau ada perubahan secara maksimal. Ada semangat baru melalui organisasi NU." Katanya dihadapan pengurus MWC NU yang hadir.

Dikatakan Sumitro, jika dipandang dari aspek materi, menjadi pengurus NU tidak ada honornya, tetapi semata-mata mencari keridhaan Allah sebagai catatan amal ibadah kita.

"Pesan saya kepada pengurus harus optimis, jangan mundur, minder dan takut. Kita bersama-sama berbuat dan berada di NU. Semoga NU di Marau bisa melakukan perubahan-perubahan yang nyata untuk masyarakat Marau." Katanya mengakhiri sambutannya. (anuk).

Lebih baru Lebih lama
.



.