Konsolidasi Organisasi, MWC NU Singkup: Jangan Takut Menunjukan Identitas Sebagai Orang NU


NU KETAPANG - Konsolidasi organisasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ketapang ke Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Singkup berjalan lancar dan sukses. Acara kegiatan dilaksanakan Jum'at malam (17/7) dipusatkan di Pondok Pesantren Bumi Dzikir,  asuhan Kyai Pario, beralamat di SP 5, Sukasari, Kecamatan Singkup.

Konsolidasi dihadiri seluruh jajaran pengurus MWC NU Kecamatan Singkup, mulai dari Mustasyar, Syuriyah dan Tanfidziah. Tampak hadir Kepala Desa Sukasari dan seluruh pengurus Gerakan Pemuda Ansor bersera anggota Banser Kecamatan Singkup. Sementara dari PCNU Ketapang hadir Wakil Ketua H. M. Syafi'ie Huddin, S.Ag. didampingi Safrudin, S.Pd.I., MM.

Ketua Tanfidziah MWC NU Singkup Ust. H. Jainuri menyambut baik dengan diselenggarakannya konsolidasi organisasi ini, setidaknya menurutnya, bisa merapatkan barisan, bahu membahu sesama pengurus agar terpacu untuk lebih solid dalam menjalankan roda organisasi.

"Kepengurusan MWC NU Singkup baru berjalan satu setengah tahun. Alhamdulillah, dukungan dari seluruh pengurus cukup baik, ditambah lagi dari Ansor dan Banser yang kita bentuk, sehingga menambah semangat bagi NU Singkup." Kata Jainuri, ketika memberikan sambutan di konsolidasi malam itu.

Menurutnya, kedepan MWC NU Kecamatan Singkup akan membentuk Banom NU yang lain, seperti Muslimat dan Fatayat. "Mari kita rapatkan barisan, dan Saya minta kepada seluruh pengurus begitu pula Ansor dan Banser untuk bersemangat berkhidmat di NU." Katanya.

Masyarakat muslim Singkup masyoritas orang NU dan berpaham Ahlussunah wal Jama'ah an-nahdliyyah, hanya saja menurutnya, pontesi ini belum diberdayakan secara maksimal. Ke depan dirinya berharap kiranya bisa lebih baik lagi.

"Jika ada organisasi lain yang pengurus atau warganya hanya beberapa gelintir saja, bahkan berada dilingkungan warga NU, tapi mereka sangat percaya diri membuat papan nama, lalu kenapa kita yang mayoritas malah sungkan atau takut untuk menunjukkan identitas kita. Seharusnya tidak demikian." Ungkap Jainuri.

Kurang lebih dua jam pertemuan berlangsung. Sebelumnya Wakil Ketua PCNU Ketapang membacakan sambutan tertulis Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Ketapang. Kemudian acara dilanjutkan dengan dialog, guna menginventarisir persoalan NU kekinian baik skop kecamatan maupun kabupaten, bahkan nasional. Acara diakhiri dan ditutup dengan do'a dipimpin Kyai Abdul Aziz, Mustasyar MWC NU Singkup.

Jadwal selanjutnya, tim kordinator wilayah dari PCNU Kabupaten Ketapang, Sabtu pagi(18/7) akan melanjutkan acara yang sama di Kecamatan Air Upas. Pertemuan akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB. (anuk).
Lebih baru Lebih lama
.



.