Tahun 2021 Mambaul Khairat Akan Ditetapkan Sebagai Pondok Bahasa


NU KETAPANG - Pondok Pesantren Mambaul Khairat, Kauman, Ketapang, pada tahun 2021 berencana akan ditetapkan sebagai pondok bahasa. Beberapa sarana dan keperluan sebagai persyaratan untuk itu telah dipersiapkan pondok, termasuk para tenaga pendidiknya. Semuanya tidak ada masalah.


Demikian dikatakan KH. Abdullah Alfaqir, SE. Pengasuh PP. Mambaul Khairat saat memberikan kata sambutan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Penyerahan Reward juara MTQ ke-28 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di pondoknya, Ahad (01/11) malam.


Baca juga:


"Dan mudah-mudahan terwujud, karena beberapa santri yang sudah lulus tahun ini dari Darullughah Wadda'wah (Dalwa) Bangil, Jatim, satu orang, dia juga hafal Al-Qur'an. Tahun depan ada dua orang juga akan pulang menyelesaikan tugasnya." Kata Kyai Alfaqir.


Oleh karena itu, menurut Kyai Alfaqir, dirinya akan  menggabungkan beberapa program pondok. Program itu tidak hanya menjalankan program tahfidz, kemampuan baca kitab dan juga bukan hanya hadits, tapi akan ditetapkan sebagai pondok bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris.


Mambaul Khairat akan selalu meningkatkan kompetensi, baik peningkatan kurikulum, penataan prasarana dan termasuk pendidikan kepada para asatidz, guna menata program pondok, agar bisa berdaya saing. Tidak hanya untuk skop Kabupaten Ketapang, tapi juga untuk Kalbar dan tingkat nasional.


Para Juara MTQ ke-28 tingkat Provinsi Kalbar yang memperoleh reward dari Pemda Ketapang. Empat orang berasal dari PP. Mambaul Khairat. Juara pertama tiga orang dan juara kedua satu orang dalam cabang/golongan Hafalan 500 Hadits tanpa sanad dan hafalan 100 hadits dengan sanad.


"Terbukti pada tahun 2019, santri Mambaul Khairat memperoleh juara lomba Qiraatul Kutub, paling banyak memboyong juara diantara peserta seluruh pondok dalam lomba tingkat nasional, dengan memboyong tujuh juara." Ungkapnya.


Lebih lanjut Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Ketapang ini mengatakan, Pada tahun yang sama, Mambaul Khairat juga menjadi peringkat ketujuh hafalan hadits. Dan sekarang ikut lagi menjadi juara pertama. Tiga orang yang akan dipersiapkan  nantinya ketingkat nasional.


"Tidak itu saja, alhamdulillah pada tahun ini, ada dua orang santri Mambaul Khairat yang lulus mendapatkan beasiswa di Universitas Al-Ahqof Yaman yang merupakan perguruan tinggi terbesar keempat tingkat dunia." Tambahnya.


Disisi lain, menurut Kyai Alfaqir, Mambaul Khairat sudah dilirik oleh beberapa perguruan tinggi. Insyaallah Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat akan membuka kelas B dengan dua prodi, yaitu prodi manajemen ekonomi dan manajemen PGSD. 


Baca juga:


Semua itu dilakukan guna membantu program pemerintah mempercepat kecerdasan anak bangsa, khususnya Kabupaten Ketapang. Dan kami akan banyak melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Ketapang.


Mengakhiri sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan reward kepada para juara MTQ ke-28 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Empat orang diantaranya adalah santri Mambaul Khairat yang menjuari golongan 500 hadits tanpa sanad dan 100 hadits dengan sanad.


Lebih baru Lebih lama
.



.